
Di Indonesia banyak terdapat gunung. Salah satunya adalah gunung merapi. Gunung merapi merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Gunung ini sangat tinggi, ketinggian puncaknya mencapai 2.968 m. Gunung ini berada dalam wilayah propinsi Jawa Tenggah, tepat dari lereng sisi selatan berada di Kab. Sleman, DI Yokyakarta, sisinya berada dalam wilayah Jawa Tengah, sisi barat berada di Kab. Magelang, sisi utara dan timur adalah Kab. Bayolali dan sisi tenggara adalah Kab. Klaten.
Gunung berapi ini sangat berbahaya karena, dalam dua sampai lima tahun sekali mengalami puncak keaktifan dan disekitar gunung ini dipadati pemukiman penduduk, sehingga apabila gunung berapi ini aktif sangat membahayakan bagi penghuni yang tinggal disekitarnya. Apa lagi kota Yokyakarta hanya berjarak sekitar 27 km dari puncaknya dan rumah-rumah penduduk ada yang berjarak 4 km dari puncak gunung merapi. Jadi apabila gunung merapi ini meletus akan banyak memakan korban jiwa.
Pada tahun 1.006, 1.786, 1.822, 1.872, dan 1.930 gunung merapi mengeluarkan letusan, dan letusan yang terbesar pada tahun 1.006 yang membuat bagian tengah pulau Jawa diselubungi abu. Akibat letusan itu pusat kerajaan Medang berpindah ke Jawa Timur. Pada tahun 1.872 gunung merapi mengeluarkan letusan lagi dan dianggap sebagai letusan terkuat. Akan tetapi letusan yang banyak memakan korban adalah letusan ditahun 1.930, menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1.400 orang. Hal ini merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.
Pada tahun ini yaitu tahun 2.010, gunung merapi aktif kembali. Tanggal 20 September 2010 setatus dari “normal aktif” menjadi “waspada”. Setalah satu bulan tepatnya 21 Oktober 2010 setatus berubah menjadi “siaga”, dan tingkat pengungsian harus dipersiapakan hingga akhirnya tanggal 25 Oktober 2010, setatus gunung berapi menjadi “awas” dan semua penghuni harus diungsikan dalam wilayah radius 10 km kewilayah yang aman. Tanggal 26 Oktober 2010, gunung merapi mengeluarkan 3x letusan dan menelan korban 43 orang ditambah seorang bayi dari Magelang. Letusan terus-menerus tidak ada henti- hentnya sampai hari jumat tanggal 05 November 2010.
Bencana demi bencana terus terjadi di tanah air tercinta ini. Seluruh rakyat Indonesia berduka dan selalu di cekam ngeri ketakutan, dan kesedihan yang tak berkesudahan. Apakah pertanda kalau Tuhan sudah mulai bosan melihat tinggkah laku hambahNya yang selalu bangga akan dosa-dosanya ? Apakah alam yang sudah tidak mau dihuni oleh manusia yang penuh dengan dosa ini ? Allahualam, hanya Tuhan yang tau.
Sebagai siswa marilah kita renungkan musibah demi musibah ini, ayo kita koreksi diri kita masing-masing, jangan kita saling menyalahkan dan mencari kambing hitamnya. Kita kembalikan kepada Sang Pencipta, karena Dia yang menentukan apa yang terjadi di alam Indonesia tercinta ini. by SUCI AMALIA kelas VII A SMP NEGERI 1 STABAT
Pada tahun 1.006, 1.786, 1.822, 1.872, dan 1.930 gunung merapi mengeluarkan letusan, dan letusan yang terbesar pada tahun 1.006 yang membuat bagian tengah pulau Jawa diselubungi abu. Akibat letusan itu pusat kerajaan Medang berpindah ke Jawa Timur. Pada tahun 1.872 gunung merapi mengeluarkan letusan lagi dan dianggap sebagai letusan terkuat. Akan tetapi letusan yang banyak memakan korban adalah letusan ditahun 1.930, menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1.400 orang. Hal ini merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.
Pada tahun ini yaitu tahun 2.010, gunung merapi aktif kembali. Tanggal 20 September 2010 setatus dari “normal aktif” menjadi “waspada”. Setalah satu bulan tepatnya 21 Oktober 2010 setatus berubah menjadi “siaga”, dan tingkat pengungsian harus dipersiapakan hingga akhirnya tanggal 25 Oktober 2010, setatus gunung berapi menjadi “awas” dan semua penghuni harus diungsikan dalam wilayah radius 10 km kewilayah yang aman. Tanggal 26 Oktober 2010, gunung merapi mengeluarkan 3x letusan dan menelan korban 43 orang ditambah seorang bayi dari Magelang. Letusan terus-menerus tidak ada henti- hentnya sampai hari jumat tanggal 05 November 2010.
Bencana demi bencana terus terjadi di tanah air tercinta ini. Seluruh rakyat Indonesia berduka dan selalu di cekam ngeri ketakutan, dan kesedihan yang tak berkesudahan. Apakah pertanda kalau Tuhan sudah mulai bosan melihat tinggkah laku hambahNya yang selalu bangga akan dosa-dosanya ? Apakah alam yang sudah tidak mau dihuni oleh manusia yang penuh dengan dosa ini ? Allahualam, hanya Tuhan yang tau.
Sebagai siswa marilah kita renungkan musibah demi musibah ini, ayo kita koreksi diri kita masing-masing, jangan kita saling menyalahkan dan mencari kambing hitamnya. Kita kembalikan kepada Sang Pencipta, karena Dia yang menentukan apa yang terjadi di alam Indonesia tercinta ini. by SUCI AMALIA kelas VII A SMP NEGERI 1 STABAT

0 Comments